(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Jepang ditutup sedikit lebih tinggi pada perdagangan hari Kamis (15/4/2021), dengan dukungan penguatan harga saham keuangan dan perbankan. Namun kekuatan Nikkei dibatasi oleh laporan lonjakan kasus baru terinfeksi covid-19 di Jepang.
Kenaikan saham keuangan dan perbankan mendapat sentimen positif dari laporan keuangan kuartal pertama tahun 2021 perusahaan besar seperti Goldman Sachs Group Inc dan Wells Fargo & Co yang mencetak keuntungan besar, sehingga angkat tinggi saham mereka di bursa Wall Street.
Namun, kenaikan dibatasi setelah Jepang melaporkan lebih dari 4000 kasus baru virus corona pada hari Rabu karena varian yang sangat menular mendorong gelombang infeksi ke-4. Sementara itu pemerintah Jepang berencana untuk menambahkan Prefektur Aichi ke daftar daerah yang membutuhkan pembatasan lebih ketat.
Dari Bank of Japan, Haruhiko Kuroda mengisyaratkan optimisme yang hati-hati atas prospek pemulihan Jepang yang rapuh. Beliau mengatakan bahwa prospek akan terus membaik karena permintaan global yang kuat mengangkat sentimen bisnis.

Indeks harian Nikkei ditutup 21,7 poin atau 0,07% lebih tinggi menjadi 29642,69. Demikian untuk indeks Topix naik 0,54% menjadi 1.962,78. Untuk indeks Nikkei berjangka bulan Juni 2021 bergerak positif dengan turun 10 poin atau 0,03% ke posisi 29620.
Saham keuangan yang support Nikkei seperti saham Mitsubishi UFJ Financial Group naik 1,28%, saham Sumitomo Mitsui Financial Group naik 1,58% dan saham Nomura Holdings naik 2,01%.
Untuk saham yang top gainers hari ini seperti saham Seven & i Holdings naik 5,41%, saham Nippon Yusen dan Sumitomo Metal Mining, yang naik 3,98%. Penurunan terbesar di Nikkei adalah saham Casio Computer turun 3,12%, diikuti oleh saham Screen Holdings dan saham Advantest yang turun 3,01%.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



