(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Korea Selatan ditutup flat pada perdagangan yang fluktuatif hari Senin (19/4/2021), setelah awal sesi sempat mendekati posisi rekor tertinggi sepanjang sejarah. Kekuatan Kospi awal sesi merespon harapan peningkatan pendapatan perusahaan dalam laporan kuartalan, kemudian jelang penutupan investor melakukan profit taking.
Kospi telah menguat sepanjang perdagangan pekan lalu dan ini menjadi alasan kuat investor lakukan profit taking, yang dipengaruhi sentimen global akan kekhawatiran lonjakan kasus covid-19 di beberapa negara meskipun Korsel laporkan penurunan kasus baru.
Laporan ekonomi yang kuat awal sesi juga memberikan dorongan, data menunjukkan bahwa tingkat pengangguran Korea Selatan turun menjadi 3,9% pada bulan Maret. Ini merupakan tingkat pengangguran terendah dalam 7 bulan.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) ditutup naik 0,22 poin atau 0,01% lebih tinggi menjadi 3.198,84. Sementara itu untuk indeks Kospi200 berjangka melemah 0,47 poin atau 0,11% ke posisi 431.96, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 434.28 dan sempat turun ke posisi terendah di 431.16.
Mayoritas saham kapital besar menurun dan menekan Kospi seperti saham Samsung Electronics turun 0,72 persen, saham Samsung Biologics merosot 0,12 persen, saham raksasa portal internet Naver turun 0,38 persen, saham Hyundai Motor turun 0,65 persen dan saham LG Chem anjlok 1,78 persen.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



