(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Korea Selatan menghentikan kenaikan untuk 7 sesi berturut-turut pada perdagangan hari Rabu (21/4/2021) oleh aksi profit taking investor luar negeri dan institusi cukup besar. Net sell kedua investor tersebut mencapai 2,6 triliun won, membuat indeks Kospi retreat dari posisi rekornya.
Tekanan profit taking terjadi karena melonjaknya tingkat infeksi virus corona terus mengancam pemulihan domestik karena KDCA melaporkan 731 kasus baru, meningkat tajam dari 549 kasus pada hari Selasa. Otoritas kesehatan juga berjuang untuk mempercepat vaksinasi di seluruh negeri, sambil berusaha untuk mendapatkan pasokan vaksin.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) ditutup turun 49,04 poin atau 1,52% menjadi 3.171,66. Sementara itu untuk indeks Kospi200 berjangka anjlok 7,85 poin atau 1,81% ke posisi 426.75, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 433.47 dan sempat turun ke posisi terendah di 425.93.
Kospi mendapat tekanan kuat dari anjloknya saham-saham kapital besar seperti saham Samsung Electronics merosot 1,55 persen, saham SK hynix merosot 4,33 persen, saham raksasa portal internet Naver turun 2,69 persen dan saham produsen mobil terkemuka Hyundai Motor anjlok 1,53 persen.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



