(Vibiznews – Indeks) – Mengawali perdagangan saham pekan ini, bursa Amerika akhiri sesi yang berakhir Selasa dinihari WIB (4/5/2021) dengan keuntungan terbatas. Hanya indeks Nasdaq yang bertahan di zona merahnya setelah akhir pekan lalu terkoreksi dari posisi mendekati rekor.
Indeks Nasdaq turun 67,56 poin atau 0,5 persen menjadi 13.895,12, indeks Dow Jones naik 238,38 poin atau 0,7 persen menjadi 34.113,23 dan indeks S&P 500 naik 11,49 poin atau 0,3 persen menjadi 4.192,66. Sentimen positif di Wall Street di kontribusi oleh laporan pendapatan kuartalan yang optimis.
Kekuatan saham juga bertambah setelah Gubernur New York mengumumkan pembatasan sebagian besar bisnis di New York, New Jersey dan Connecticut akan dicabut mulai tanggal 19 Mei. Kemudian Gubernur Florida Ron DeSantis menandatangani perintah eksekutif yang segera menangguhkan semua mandat darurat COVID-19 lokal di Negara Bagian Sunshine.
Gain saham dibatasi oleh laporan dari Institute for Supply Management yang menunjukkan perlambatan tak terduga dalam laju pertumbuhan aktivitas manufaktur AS. Data ISM PMI Manufaktur turun ke 60,7 pada April setelah melompat ke level tertinggi lebih dari 37 tahun di 64,7 pada Maret.

Secara sektoral, penguatan saham di pimpin oleh saham emas dengan lonjakan 4,8 persen oleh NYSE Arca Gold Bugs Index. Kemudian disusul oleh saham energi dengan Philadelphia Oil Service Index melonjak 4,5 persen, sedangkan NYSE Arca Oil Index dan NYSE Arca Natural Gas Index masing-masing melonjak 2,9 persen dan 2,1 persen.
Saham baja, perumahan dan transportasi juga menunjukkan kekuatan yang cukup besar, namun pergerakan sebaliknya terjadi pada saham semikonduktor yang membebani Nasdaq Indeks Semikonduktor Philadelphia turun 1,2 persen.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



