(Vibiznews – Forex) – Pair USDJPY pada sesi Asia hari Jumat (7/5/2021) kembali bergerak lemah mengikuti trend perdagangan sebelumnya yang menuju posisi support kuat hariannya. Pair tertekan di tengah kuatnya sentimen perdagangan aset risiko yang melemahkan lanjut dolar AS.
Perdagangan aset risiko kembali menguat dengan bursa saham Wall Street ditutup menguat untuk semua indeks utamanya dan Dow Jones perpanjang rekor barunya. Sentimen ini melemahkan dolar AS selain posisi yield obligasi AS tenor 10 tahun yang semakin turun ke posisi terendah 2 pekan.
Tekanan yen Jepang sebelumnya terjadi karena kondisi ekonomi Jepang masih tertekan, dengan negara tersebut mempertimbangkan untuk memperpanjang keadaan darurat di Tokyo dan daerah perkotaan besar lainnya. Namun pemerintah Jepang melaporkan penurunan kasus covid-19 ke kisaran pertambahan 3000 kasus baru.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak lemah di pasar uang Asia setelah tertekan perdagangan sebelumnya oleh anjloknya yield obligasi AS. Dolar AS tertekan meskipun rilis data klaim pengangguran semakin menurun.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY bergerak lemah, pair yang berada di posisi 108.97 sedang turun menuju posisi S1 dan S2. Namun jika berbalik arah, pair akan naik ke 109.20 sebelum mendaki ke posisi R1 dan juga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 109.76 | 109.58 | 109.34 | 109.16 | 108.91 | 108.74 | 108.48 |
| Buy Avg | 109.34 | Sell Avg | 108.80 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



