(Vibiznews – Forex) – Pair USDJPY pada sesi Asia hari Selasa (8/6/2021) bergerak konsolidasi setelah 2 sesi berturut menekannya hingga turun ke posisi terendah 2 pekan. Pair dibuka kuat oleh kenaikan indeks bursa saham kawasan Asia setelah Wall Street berakhir mixed.
Safe haven yen yang selama 2 sesi berturut menerima kekuatan dari lemahnya data tenaga kerja AS bulan Mei yang dilaporkan akhir pekan lalu, mencoba perpanjang gainnya setelah rilis data PDB Q1-2021. Dari laporan ekonomi yang masuk sebelumnya, indeks indikator ekonomi utama naik menjadi 103,0 pada April, angka tertinggi sejak Maret 2014.
Ekonomi Jepang menyusut 1,0% pada kuartal di Q1 2021, dibandingkan dengan perkiraan awal penurunan 1,3% dan perkiraan pasar penurunan 1,2 persen dan setelah pertumbuhan 2,8% di Q4. Ini adalah kontraksi pertama sejak Q2 2020, di tengah kebangkitan kasus COVID-19 dan peluncuran vaksin yang lambat.
Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak terbatas di pasar uang Asia setelah melemah 2 sesi berturut sebelumnya. Dolar AS masih mendapat sentimen negatif laporan NFP AS bulan Mei yang tidak sesuai dengan ekspektasi.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY bergerak lemah, pair yang berada di posisi 109.27 akan naik ke posisi 109.40 sebelum mencapai R1 dan juga R2. Namun jika berbalik arah, pair akan turun ke 109.20 sebelum meluncur menuju posisi S1 dan S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 109.97 | 109.80 | 109.52 | 109.35 | 109.07 | 108.90 | 108.62 |
| Buy Avg | 109.45 | Sell Avg | 109.15 |



