Forex Eropa GBPUSD 15 Juni: Tertekan Perjanjian Dagang Inggris-Australia

674
inggris gbp
Vibizmedia Photo

(Vibiznews-Forex) – Posisi poundsterling dalam pair GBPUSD  perdagangan forex sesi Eropa hari Selasa (15/6/2021) bergerak bearish setelah sempat di sesi Asia melaju menembus posisi resisten kuat hariannya. Pair tertekan merespon berita tentang perjanjian perdagangan Inggris-Australia dan penundaan rencana pelonggaran penguncian Inggris.

Pemerintah Inggris mengatakan kesepakatan dengan Australia akan menghilangkan tarif pada mobil Inggris, wiski Scotch, dan gula; dan petani Inggris akan dilindungi oleh pembatasan impor bebas tarif selama 15 tahun. Namun, beberapa perkiraan resmi mengatakan perjanjian bebas tarif hanya dapat menambah £500 juta, atau 0,02% dari PDB, ke output ekonomi Inggris dalam jangka panjang.

Kekuatan awal sesi mendapat sentimen positif dari laporan tingkat pengangguran Inggris turun menjadi 4,7% pada Februari-April karena jumlah pengangguran menurun, sementara tingkat pekerjaan naik dan ketidakaktifan ekonomi hampir tidak berubah. Data juga menunjukkan lonjakan terbesar dalam catatan gaji di bulan Mei, karena perusahaan meningkatkan perekrutan.

Sementara itu, Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan pada hari Senin penundaan empat minggu untuk pembukaan kembali ekonomi Inggris yang lebih luas, di tengah kekhawatiran atas meningkatnya jumlah kasus COVID.

Silahkan klik jika ingin join Telegram Vibiznews

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya sedang dollar AS bergerak terbatas di pasar uang Eropa setelah flat di sesi global sebelumnya; di tengah pasar yang tipis menantikan menantikan rilis pertemuan the the Fed minggu ini.

Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair GBPUSD melemah, dan kini pair berada di posisi 1.4075 yang sedang meluncur  ke posisi support lemahnya di 1.4048 – 1.4005. Namun jika pair menguat,  akan mendaki kembali ke posisi  1.4128 sebelum capai resisten kuat di 1.4132 – 1.4160.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here