(Vibiznews-Forex) – Di tengah perdagangan forex sesi Eropa hari Selasa (15/6/2021) posisi euro dalam pair EURUSD bergerak bearish setelah melaju kuat hingga menembus posisi resisten kuat hariannya. Pair tertekan di tengah kuatnya sentimen perdagangan aset risiko dan anjloknya imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun.
Pair terkoreksi meskipun laporan ekonomi yang dirilis cukup otpimis, dimana surplus perdagangan Zona Euro meningkat menjadi EUR10,9 miliar pada April 2021, dari EUR2,3 miliar pada bulan yang sama tahun lalu, di tengah pemulihan tajam dalam permintaan global menyusul pelonggaran pembatasan virus corona. Terpantau ekspor melonjak 43,2 persen.
Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mengatakan stimulus moneter dan fiskal harus tetap ada sampai ada tanda-tanda yang jelas bahwa pemulihan ekonomi yang kuat, solid dan berkelanjutan sedang berlangsung. Lagarde juga mengatakan bahwa mungkin ada lebih sedikit kebutuhan untuk langkah-langkah dukungan darurat ECB di masa depan, karena pemulihan sekarang diperkirakan akan berlangsung lebih cepat dari yang diantisipasi sebelumnya.
ECB sepakat pada pertemuan pekan lalu untuk mempertahankan laju pembelian obligasi yang tinggi, sambil merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi blok dan inflasi untuk tahun 2021 dan 2022.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya sedang dollar AS bergerak terbatas di pasar uang Eropa setelah flat di sesi global sebelumnya; di tengah pasar yang tipis menantikan menantikan rilis pertemuan the the Fed minggu ini.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair EURUSD menguat, pair kini berada di posisi 1.2120 yang sedang meluncur ke posisi 1.2108 sebelum turun ke support kuatnya di 1.2098 – 1.2060. Namun jika menguat akan mendaki kembali ke posisi 1.2147 dan jika tembus naik menuju resisten lemah di 1.2150 – 1.2185.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



