(Vibiznews – Indeks) – Menjelang pengumuman kebijakan moneter terbaru Federal Reserve, sentimen investor di bursa saham Amerika melemah dengan 3 indeks utamanya terkoreksi pada perdagangan yang berakhir Rabu dinihari WIB (16/6/2021). Indeks Nasdaq dan S&P500 retreat dari posisi rekor tertinggi sepanjang masa yang dicapai sesi sebelumnya.
Indeks Nasdaq turun 101,29 poin atau 0,7 persen menjadi 14.072,86, indeks Dow Jones turun 94,42 poin atau 0,3 persen menjadi 34.299,33 dan indeks S&P 500 merosot 8,56 poin atau 0,2 persen menjadi 4.246,59. Sentimen juga dibebani oleh rilis data penjualan ritel yang kurang mengesankan.
Departemen Perdagangan AS merilis laporan penjualan ritel turun lebih dari yang diharapkan di bulan Mei, meskipun penurunan tajam mengikuti revisi naik yang mencolok dari data bulan sebelumnya. Ritel sales turun 1,3 persen pada bulan Mei setelah naik 0,9 persen pada bulan April, lebih parah dari perkiraan merosot 0,8 persen.
Selain itu ada data yang optimis, The Fed merilis sebuah laporan yang menunjukkan produksi industri meningkat lebih dari yang diharapkan di bulan Mei setelah direvisi turun di bulan sebelumnya. Produksi industri naik 0,8 persen di bulan Mei setelah naik tipis 0,1 persen di bulan April.

Secara sektoral, pelemahan saham dipimpin oleh saham emas dengan menekan NYSE Arca Gold Bugs Index turun 1,3 persen ke level penutupan terendah dalam sebulan. Kelemahan juga terlihat di antara saham bioteknologi dengan penurunan 1,2 persen oleh NYSE Arca Biotechnology Index.
Terjadi pergerakan sebaliknya pada saham energi yang naik tajam seiring dengan harga minyak mentah. Terpantau Philadelphia Oil Service Index melonjak 3 persen dan NYSE Arca Oil Index melonjak 1,8 persen, dipengaruhi oleh pergerakan rally harga minyak mentah yang melonjak ke kisaran atas $72 per barel.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



