(Vibiznews – Indeks) – Merespon negatif pengumuman kebijakan moneter terbaru Federal Reserve, bursa saham Amerika memperpanjang pelemahan sebelumnya pada perdagangan yang berakhir Kamis dinihari WIB (17/6/2021). Indeks Dow Jones anjlok ke posisi terendah 1 bulan, Nasdaq dan S&P500 semakin menjauh dari posisi rekor tertinggi sepanjang masa yang dicapai sesi sebelumnya.
Indeks Dow Jones turun 265,66 poin atau 0,8 persen menjadi 34.033,67, indeks Nasdaq merosot 33,17 poin atau 0,2 persen menjadi 14.039,68 dan indeks S&P 500 turun 22,89 poin atau 0,5 persen menjadi 4.223,70. Tekanan jual di bursa Wall Street terjadi karena proyeksi ekonomi terbaru The Fed menunjukkan peningkatan suku bunga pada tahun 2023.
Proyeksi terbaru dari Federal Reserve menunjukkan suku bunga akan dinaikkan menjadi 0,6 persen pada 2023 dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya yang menunjukkan suku bunga akan tetap di level mendekati nol. Perkiraan untuk tingkat yang lebih tinggi pada tahun 2023 karena perkiraan median untuk pertumbuhan PDB pada tahun tersebut dinaikkan menjadi 2,4 persen dari perkiraan 2,2 persen pada bulan Maret.
Inflasi harga konsumen inti juga diperkirakan masih akan meningkat sebesar 2,1 persen pada tahun 2023. Perkiraan baru juga menunjukkan pertumbuhan PDB 7,0 persen pada tahun 2021 versus perkiraan sebelumnya 6,5 persen, dengan inflasi harga konsumen inti diperkirakan mencapai 3,0 persen dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya 2,2 persen.
The Fed mengatakan pihaknya memperkirakan suku bunga akan tetap pada level mendekati nol sampai kondisi pasar tenaga kerja telah mencapai tingkat yang konsisten dengan penilaiannya terhadap pekerjaan maksimum dan inflasi berada di jalur yang cukup melebihi 2 persen untuk beberapa waktu.

Secara sektoral, pelemahan saham dipimpin oleh saham baja yang turun tajam menyusul data produksi industri China yang mengecewakan, menekan NYSE Arca Steel Index turun 2,6 persen. Kelemahan signifikan juga terlihat pada saham emas dengan NYSE Arca Gold Bugs Index anjlok 1,8 persen ke level penutupan terendah dalam lebih dari sebulan.
Saham utilitas yang sensitif terhadap perubahan suku bunga juga berada di bawah tekanan hari ini, menghasilkan penurunan 1,6 persen oleh Dow Jones Utility Average. Saham perangkat keras komputer, perumahan, bahan kimia dan transportasi juga mengalami pelemahan mengikuti sebagian besar sektor utama lainnya.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



