(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Jepang alami kerugian yang cukup besar pada perdagangan hari Senin (21/6/2021) dengan mencetak penurunan harian terbesar sejak bulan Februari lalu. Indeks Nikkei terjun bebas ke posisi terendah 1 bulan dengan tekanan jual di semua sektor indeks mengikuti perdagangan Wall Street akhir pekan lalu.
Sentimen investor memburuk setelah kebijakan hawkish Federal Reserve AS Rabu lalu dipertegas seorang pejabat senior Federal Reserve bernama James Bullard bahwa pengetatan kebijakan yang lebih cepat adalah respon alami terhadap pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu BoJ pekan lalu putuskan mempertahankan stimulus moneter besar-besaran untuk mendukung pemulihan ekonomi negara itu, sambil memperpanjang tenggat waktu untuk program pembelian aset dan pinjaman yang diperkenalkan tahun lalu untuk menyalurkan dana ke perusahaan-perusahaan yang dilanda pandemi.

Indeks harian Nikkei ditutup turun 953,15 poin atau 3,29% menjadi 28010,93. Demikian untuk indeks Topix turun 2,42% menjadi 1.899,45, penurunan harian terbesar dalam empat bulan. Untuk indeks Nikkei berjangka bulan Juli 2021 bergerak positif dengan turun 910 poin atau 3,15% ke posisi 28020.
Saham-saham kelas berat atau kapital besar anjlok parah seperti saham Fast Retailing turun 4,35%, saham investor start-up teknologi SoftBank Group anjlok 3,51% setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa Chief Executive Masayoshi Son membubarkan pinjaman pribadinya yang sudah lama ada dengan Credit Suisse.
Saham terkait chip juga ambruk dan menekan Nikkei seperti saham Tokyo Electron kehilangan 4,02%, saham Advantest turun 4,49%, dan saham Shin-Etsu Chemical melemah 5,74%.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



