(Vibiznews – Forex) – Pair USDJPY pada sesi Asia hari Jumat (2/7/2021) melaju di posisi resisten setelah mendaki ke tertinggi 16 bulan sesi global sebelumnya oleh kuatnya posisi save haven dolar AS dari yen Jepang. Pair berpotensi gain kembali oleh kuatnya sentimen perdagangan aset risiko.
Yen Jepang anjlok hingga menyentuh posisi terendah baru 16 bulan di tengah penyebaran varian Delta COVID-19 yang sangat menular setelah pemerintah metropolitan Tokyo melaporkan 714 kasus baru virus corona dan 1800 untuk keseluruhan Jepang setiap hari. Sentimen untuk Yen semakin melemah karena data pekan lalu menunjukkan bahwa tingkat pengangguran naik menjadi 3% pada Mei, angka tertinggi sejak Desember 2020.
Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak kuat di pasar uang Asia melanjutkan penguatan sesi global sebelumnya. Dolar AS tembus posisi tertinggi sejak 5 April merespon data klaim pengangguran turun ke level terendah pandemi baru 364 ribu, dan data pertumbuhan pabrik AS tetap kuat. Selain itu posisi imbal hasil obligasi AS juga meningkat.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY bergerak kuat, pair yang berada di posisi 111.50 bergerak naik menuju posisi R1 dan juga R2. Namun jika berbalik arah, pair turun menuju 111.35 dan jika tembus meluncur ke posisi S1 dan S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 112.37 | 112.00 | 111.72 | 111.40 | 111.15 | 110.78 | 110.54 |
| Buy Avg | 111.72 | Sell Avg | 111.23 |



