(Vibiznews – Indeks) – Keuntungan di bursa saham Jepang akhir pekan lalu tidak berlanjut pada perdagangan hari Senin (5/7/2021), ditutup pada posisi yang lebih rendah dari sebelumnya. Indeks Nikkei turun ke posisi terendah 2 pekan oleh anjloknya sektor paling sensitif terhadap ekonomi global di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang varian Delta COVID-19.
Kota Tokyo sebagai tuan rumah diselenggarakan Olimpiade Musim Panas melaporkan 518 kasus baru terinfeksi virus corona baru pada hari Minggu dan secara keseluruhan Jepang laporkan pertambahan 1870 kasus baru. Kasus virus corona di Tokyo telah meningkat selama dua minggu terakhir, mencapai level tertinggi dalam lima minggu dan meningkatkan kekhawatiran bahwa pemerintah akan mengumumkan keadaan darurat ketiga tahun ini.
Selain itu investor juga berhati-hati oleh data ekonomi pekan lalu yang negatif seperti tingkat pengangguran naik menjadi 3% pada Mei, angka tertinggi sejak Desember 2020 dan data PMI Jasa au Jibun Bank Japan berada di 48,0 pada Juni 2021, kontraksi untuk bulan ke-17 berturut-turut karena dibawah 50 indeks point.

Indeks harian Nikkei ditutup turun 185,09 poin atau 0,64% menjadi 28598,19. Demikian untuk indeks Topix turun 0,37% menjadi 1.948,99. Untuk indeks Nikkei berjangka bulan September 2021 bergerak negatif dengan turun 190 poin atau 0,56% ke posisi 28760.
Saham baja yang merupakan saham siklikal anjlok cukup signifikan, saham JFE Holdings kehilangan 4,0%, sementara Nippon Steel turun 3,5%. Saham teknologi yang merupakan penggerak pasar seperti saham Softbank Group turun 5,4% ke posisi terendah tujuh bulan setelah regulator dunia maya China memerintahkan toko aplikasi smartphone untuk berhenti menawarkan aplikasi Didi Global Inc setelah menemukan bahwa mereka telah mengumpulkan data pribadi pengguna secara ilegal.
Untuk pergerakan sebaliknya terjadi pada saham perusahaan konstruksi setelah bencana tanah longsor melanda pusat kota Atami pada akhir pekan lalu yang menyapu 130 bangunan. Saham Raito Kogyo, perusahaan konstruksi dengan keahlian di bidang perbaikan lereng dan pondasi, naik 1,3%, kemudian saham CE Management Integrated Laboratory, yang menawarkan survei geologi dan sistem pencegahan bencana, naik 3,1%.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



