(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Jepang melemah 3 hari berturut pekan ini dan sesi Jumat (9/7/2021) ditutup anjlok ke posisi terendah 8 pekan. Indeks Nikkei juga melemah secara mingguan dengan anjlok 2,93% pekan ini di tengah kekhawatiran atas pemulihan ekonomi yang melambat setelah negara itu mengumumkan keadaan darurat COVID-19 di Tokyo.
Pemerintah Jepang pada hari Kamis mengumumkan keadaan darurat yang keempat kalinya untuk Tokyo dan penyelenggaraan Olimpiade tanpa penonton. Olimpiade dijadwalkan akan berlangsung dari 23 Juli hingga 8 Agustus. Sentimen investor global yang khawatirkan penyebaran global varian virus Delta akan menghambat pemulihan ekonomi dunia turut membebani Nikkei.

Indeks harian Nikkei ditutup turun 177,61 poin atau 0,63% menjadi 27940,42. Demikian untuk indeks Topix turun 0,41% menjadi 1.912,38. Namun indeks Nikkei berjangka bulan September 2021 bergerak positif dengan naik 60 poin atau 0,21% ke posisi 28210.
Tekanan paling banyak dialami oleh saham produsen mesin yang anjlok 1,31%, diikuti oleh saham produsen produk karet yang turun 1,02%. Saham Operator restoran Global-Dining naik tipis 0,62% setelah sempat anjlok 5,5% karena pimpinannya terkejut oleh komentar dari seorang menteri bahwa dia akan meminta bank untuk menekan restoran-restoran yang tidak mematuhi langkah-langkah pengetatan.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting


