Optimisme Investor Meningkat dengan Rekor Kesembuhan Covid, Investasi Reksa Dana Pasar Uang Diminati

518

(Vibiznews – Bonds & Mutual Fund) – Bursa saham Indonesia yang membukukan kinerja yang baik sekawasan Asia pekan lalu diperkirakan akan kembali mencetak gain lanjutan pada pekan ini. Mari kita lihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan meningkat 0,28 persen menjadi 6.039,844 dari 6.023,008 pada pekan sebelumnya. Dan pagi ini IHSG dibuka positif, naik ke level 6060,05 dari level penutupan akhir pekannya di 6039.84.

Hal ini tentu saja dipengaruhi oleh sentimen investor yang positif terhadap perkembangan pandemi virus corona dan tindakan pemerintah yang cepat mengatasi kasus baru Covid-19 sehingga kasus kesembuhan meningkat dan juga upaya pemerintah mengatasi dampaknya terhadap perekonomian memberikan optimisme bagi investor dalam dan luar negeri.

Demikian juga dalam investasi reksa dana. Dalam satu semester ini, reksadana pasar uang menjadi reksadana dengan kinerja jawara di antara reksadana lainnya. Hal ini terlihat dari catatan kinerja Infovesta 90 Money Market Fund Index yang mencatat pertumbuhan 1,68%.

Kinerja tersebut lebih baik dibandingkan dengan reksadana pendapatan tetap (0,63%), kinerja reksadana campuran (-3,74%), dan reksadana saham (-9,27%).

Mengapa reksa dana pasar uang lebih baik dibandingkan reksa dana lainnya?

Pertama, kita lihat underlying dari reksa dana pasar uang adalah time deposit dan pasar obligasi negara yang kurang dari satu tahun. Jadi relatif fluktuasi harganya tidak terlalu tinggi, itu yang menyebabkan return dari reksadana pasar uang cenderung stabil. Hal ini menjadikannya alternatif investasi yang baik.

Kedua, kondisi saat ini di tengah penurunan suku bunga secara global, dan pembandingnya yaitu suku bunga deposito cenderung turun, karena suku bunga acuan yang turun. Belum lagi likuiditas perbankan yang berlimpah membuat reksadana pasar uang stabil.

Menurut analis Vibiz Research hingga akhir tahun reksa dana pasar uang masih menarik untuk dijadikan salah satu instrument investasi, karena kondisi yang masih tidak pasti, terutama karena kasus Covid-19 di tanah air yang masih merebak. Mengingat likuiditas berlimpah, uang akan mengalir ke investasi yang return lebih tinggi, dengan risiko yang relative lebih terjaga, maka reksa dana pasar uang tetap menarik, karena deposito bunganya lebih rendah daripada reksa dana.

Namun demikian harus tetap berhati-hati, dalam memilih reksadana pasar uang, walaupun risiko dari volatilitas yang rendah, tetap ada risiko apabila terjadi default, karena kondisi ekonomi yang cukup berat.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti pemilihan underlying obligasi korporasi, reputasi manajer investasi dalam pengelolaan, dan juga dari segi ukuran perlu jadi pertimbangan. Selain itu juga perlu diperhatikan waktu investasi berapa lama, return yang diinginkan dan seberapa besar risiko yang ada.

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here