(Vibiznews – Forex) – Pair AUDUSD pada sesi Asia hari Kamis (22/7/2021) bergerak konsolidasi di area resisten hariannya setelah menguat selama sesi global sebelumnya. Aussie berusaha bergerak kuat oleh bangkitnya minat perdagangan aset risiko serta pergerakan kuat harga komoditas unggulan, namun dibayangi oleh dampak kenaikan kasus covid-19.
Dua negara bagian terbesar Australia melaporkan peningkatan tajam dalam kasus COVID-19 baru pada hari Rabu, Queensland akan menutup perbatasannya dengan New South Wales selama empat minggu mulai hari Jumat. Sementara itu Victoria telah mencatat 26 kasus baru hari ini, kenaikan harian tertinggi sejak 18 September 2020.
Dari pasar komoditas, harga komoditas unggulan aussie lanjut melemah untuk tembaga dan bijih besi. Demikian harga minyak mentah tertekan di posisi terendah dalam 4 pekan oleh kekhawatiran meningkatnya pertambahan kasus baru covid-19.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak lemah di pasar uang Asia setelah tertekan sesi global sebelumnya. Dolar AS tertekan oleh lemahnya minat aset safe haven dan berusaha berbalik arah oleh pergerakan kuat yield obligasi AS jangka panjang yang naik ke posisi tertinggi sepekan.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD menguat, pair yang kini berada pada posisi 0.7350 dan sedang tertekan turun ke 0.7338 sebelum ke posisi S1 hingga S2. Namun jika berbalik arah, akan mendaki ke 0.7372 sebelum ke R1 hingga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0.7456 | 0.7409 | 0.7383 | 0.7336 | 0.7310 | 0.7263 | 0.7237 |
| Buy Avg | 0.7375 | Sell Avg | 0.7320 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



