(Vibiznews – Forex) – Pair AUDUSD pada sesi Asia hari Rabu (4/8/2021) bergerak lemah dari gain 2 hari berturut oleh usaha rebound dolar AS. Aussie terkoreksi dari penguatan sebelumnya yang dipengaruhi oleh kebijakan RBA Dan turunnya kasus harian covid-19. Tekanan profit taking hari ini juga dibebani oleh anjloknya harga komoditas unggulan seperti tembaga dan harga minyak mentah.
RBA tidak melakukan perubahan pada suku bunga atau program pembelian obligasi, seperti yang diperkirakan sebelumnya. Namun pasar mengantisipasi nada bearish dari RBA, kesediaannya untuk mempertahankan rencana tapering pada bulan September.
Aussie juga mendapat kekuatan sebelumnya oleh proyeksi optimis Moody tentang pemulihan Asia yang lebih kuat setelah pandemi dan alokasi historis Dana Moneter Internasional (IMF) sebesar $650 miliar untuk Hak Penarikan Khusus (SDR) untuk wilayah tersebut. Moody’s memperkirakan bahwa kegiatan ekonomi Asia-Pasifik akan pulih pada tahun-tahun mendatang. 2021 dan 2022, setara dengan kinerja terkini.
Selanjutnya, pada dua hari terakhir terjadi pengurangan jumlah infeksi covid baru di Australia. New South Wales sekarang turun menjadi 200, sehingga total Australia menjadi 223.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya lanjut bergerak positif di pasar uang Asia setelah rebound sesi global sebelumnya; terangkat oleh kenaikan yield obligasi AS dari posisi terendah 7 bulan.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD melemah, pair yang kini berada pada posisi 0.7388 sedang turun ke 0.7375 sebelum turun ke posisi S1 hingga S2. Namun jika berbalik arah, akan mendaki kembali ke 0.7410 sebelum naik ke posisi R1 hingga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0.7468 | 0.7438 | 0.7416 | 0.7386 | 0.7365 | 0.7335 | 0.7313 |
| Buy Avg | 0.7416 | Sell Avg | 0.7370 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



