(Vibiznews-Index) – Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) perdagangan akhir pekan lalu ditutup turun 5,77 poin atau 0,18 persen menjadi 3.270,36. Sementara itu untuk indeks Kospi200 berjangka melemah 1,45 poin atau 0,33% ke posisi 433.29, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 436.61 dan sempat turun ke posisi terendah di 432.27.
Indeks Kospi alami pelemahan moderat dengan anjloknya beberapa saham kapital besar, namun secara mingguan rebound dengan gain terbesar sejak Maret 2021. Kospi menguat 2,12% pekan ini setelah 2 pekan berturut sebelumnya melemah. Kasus harian virus corona Korea Selatan berada di kisaran 1.700-an untuk hari ketiga berturut-turut hingga Jumat, memicu pemerintah akan memperpanjang pembatasan jarak sosialnya selama dua minggu.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street akhir pekan ditutup mixed dengan Nasdaq yang sarat teknologi terkoreksi. Sentimen dikhawatirkan oleh kenaikan data NFP AS bulan Juli terkait dengan rencana Fed mengurangi stimulusnya. Harga Minyak mentah berjangka WTI terkoreksi dan anjlok ke terendah 2 pekan oleh pergerakan dolar AS yang kuat.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center indeks Kospi200 melemah, awal sesi dapat naik ke posisi 435.56 dan jika tembus akan lanjut ke R1 hingga R2. Namun jika kemudian terkoreksi, indeks turun menuju posisi 432,30 dan jika tembus meluncur ke posisi S1 hingga S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 440.18 | 438.39 | 435.84 | 434.05 | 431.50 | 429.71 | 427.16 |
| Buy Avg | 435.78 | Sell Avg | 432.20 |



