(Vibiznews-Index) – Indeks Hang Seng perdagangan akhir pekan lalu ditutup turun 145.84 poin atau 0,5% lebih rendah menjadi 26.391,62. Demikian untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 0,9% menjadi 9.377,79. Demikian indeks Hang Seng berjangka bulan Agustus 2021 bergerak konsolidasi dengan turun 78 poin atau 0,30% ke posisi 26310.
Sentimen dibebani oleh meningkatnya kehati-hatian bahwa tindakan keras terhadap bisnis di China bisa berlangsung selama bertahun-tahun. Dalam cetak biru untuk lima tahun hingga 2025 yang dirilis Rabu malam, pemerintah Beijing berencana untuk merancang UU baru tentang keamanan nasional, teknologi, monopoli, dan pendidikan, serta di bidang yang melibatkan orang asing.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street mixed dengan Dow Jones dan S&P500 lanjut capai rekor baru merespon baik laporan pendapatan yang kuat, data pasar tenaga kerja yang optimis dan pengesahan RUU infrastruktur besar-besaran oleh Senat AS.
Demikian harga minyak mentah berjangka WTI melemah untuk hari kedua setelah IEA memperingatkan bahwa permintaan minyak mentah yang meningkat dapat berhenti pada bulan Juli dan akan meningkat pada kecepatan yang lebih lambat selama sisa tahun 2021 karena lonjakan varian Delta COVID-19.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, indeks Hang Seng berjangka akan melemah. Dan awal sesi akan turun ke posisi 26200, jika tembus meluncur ke S1 hingga S2. Namun jika terkoreksi akan naik ke posisi 26410, dan jika tembus akan ke lanjut ke R1 hingga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 26840 | 26650 | 26480 | 26280 | 26111 | 25926 | 25757 |
| Buy Avg | 26430 | Sell Avg | 26190 |



