(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Korea Selatan jatuh hampir 2 persen pada perdagangan hari Kamis (19/8/2021) di tengah kekhawatiran atas risalah Federal Reserve AS yang mengisyaratkan kemungkinan tapering lebih awal dari perkiraan serta karena kekhawatiran tentang penyebaran varian Delta coronavirus.
Indeks Kospi anjlok dari rebound sesi sebelumnya dan terjun ke posisi terendah 4 bulan dengan cetak kerugian harian terbesar sejak 26 Februari. Awal sesi anjlok anjloknya bursa saham Wall Street, dan jelang penutupan semakin terpukul oleh anjloknya mata uang Won serta Korea Selatan melaporkan lebih dari 2.000 kasus baru untuk kedua kalinya pada hari Kamis.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) ditutup turun 61,10 poin, atau 1,93%, pada 3.097,83, penutupan terendah sejak 1 April. Sementara itu untuk indeks Kospi200 berjangka anjlok 8,40 poin atau 2,03% ke posisi 404.96, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 412.93 dan sempat turun ke posisi terendah di 404.91.
Saham raksasa teknologi memimpin penurunan, dengan Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing anjlok 1,08% dan 1,44%. Saham Naver dan Samsung Biologics juga turun 1,05% dan 1,81%. Saham produsen mobil Hyundai Motor turun 2,82 persen dan saham produsen kimia raksasa LG Chem turun tipis 0,22 persen. Pergerakan sebaliknya terjadi pada saham Kakao Bank yang melonjak 8,88 persen .
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



