(Vibiznews-Index) – Indeks Hang Seng perdagangan akhir pekan lalu ditutup turun 466,61 poin atau 1,84% lebih rendah menjadi 24.849,72, terendah sejak 2 November 2020. Demikian untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 173,58 poin atau 1,95% menjadi 8.742,44. Demikian indeks Hang Seng berjangka bulan Agustus 2021 bergerak konsolidasi dengan turun 433 poin atau 1,33% ke posisi 24780.
Indeks Hang Seng memperpanjang kinerja buruknya oleh kekhawatiran atas perlambatan ekonomi Cina dan pengetatan peraturan sektor teknologi, yang ditambah dengan proyeksi tapering Fed lebih cepat. Tekanan saham semakin bertambah setelah bank sentral Cina melaporkan untuk mempertahankan suku bunga pinjamannya yang stabil untuk 16 bulan berturut-turut pada penetapan bulan Agustus. Selain itu patokan suku bunga pinjaman satu tahun (LPR) juga tidak berubah.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street akhir pekan lalu ditutup rebound dari tekanan sebelumnya oleh bargain hunting saham teknologi. Namun harga minyak mentah berjangka WTI anjlok ke level terendah 3 bulan dan memperpanjang penurunan untuk hari ke-7 berturut-turut yang merupakan penurunan beruntun terpanjang sejak 2019 karena penyebaran kenaikan kasus covid-19 dan data ekonomi yang lemah menimbulkan kekhawatiran pemulihan ekonomi global.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, indeks Hang Seng berjangka akan menguat. Dan awal sesi dapat turun ke posisi 24616, jika tembus meluncur ke S1 hingga S2. Namun jika bergerak sebaliknya akan naik ke posisi 25125, dan jika tembus akan ke lanjut ke R1 hingga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 26115 | 25757 | 25270 | 24916 | 24436 | 24061 | 23610 |
| Buy Avg | 25240 | Sell Avg | 24580 |



