(Vibiznews-Index) – Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) perdagangan akhir pekan lalu ditutup naik 5,37 poin atau 0,17 persen menjadi 3.133,9. Sementara itu untuk indeks Kospi200 berjangka melemah 0,14 poin atau 0,03% ke posisi 410.24, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 411.79 dan sempat turun ke posisi terendah di 406.81.
Kospi berhasil cetak kinerja mingguan yang terbaik sejak bulan Februari 2021, melonjak 2,40% dari pekan sebelumnya yang telah anjlok ke posisi terendah dalam 7 bulan secara mingguan. Kekuatan Kospi mendapat sentimen positif dari bursa global yang cetak rekor setelah badan regulator obat AS menyetujui penuh penggunaan vaksin Pfizer. Keuntungan pekan ini terkoreksi oleh laporan perubahan kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank of Korea dengan menaikkan suku bunganya untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street akhir pekan lalu ditutup kuat, dengan S&P dan Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi untuk keempat kalinya minggu ini setelah Ketua Fed Powell mengindikasikan bahwa bank sentral akan melakukan tapering pada akhir tahun, tetapi tidak ada yang pasti tentang kenaikan suku bunga.
Demikian harga minyak mentah berjangka WTI melonjak 10,6%, penutupan tertinggi sejak 12 Agustus dan kenaikan mingguan terbesar sejak Juni 2020 karena perusahaan energi di Teluk Meksiko AS mulai menutup produksi menjelang Badai Ida yang diperkirakan akan mencapai pantai awal minggu ini.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center indeks Kospi200 menguat, awal sesi dapat naik ke posisi 414.90 dan jika tembus akan lanjut ke R3. Namun jika kemudian terkoreksi, indeks dapat turun menuju posisi 409,30 dan jika tembus meluncur ke posisi S1 hingga S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 417.50 | 414.50 | 412.45 | 409.83 | 407.57 | 404.65 | 402.50 |
| Buy Avg | 415.00 | Sell Avg | 408.40 |



