Inflasi Agustus Zona Eropa Meningkat Tertinggi 10 Tahun

720
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Economy & Business) Inflasi di zona Eropa naik lagi pada bulan Agustus, menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa yang diawasi ketat hanya dalam waktu seminggu.

Harga konsumen naik 3% bulan ini dari tahun lalu, menurut perkiraan awal yang diterbitkan Selasa (31/08), setelah naik 2,2% di bulan Juli. Ini merupakan pembacaan inflasi tertinggi selama 10 tahun.

Ini terjadi setelah Jerman pada hari Senin melaporkan harga konsumen tertinggi sejak 2008, dengan tingkat inflasi utama sebesar 3,4% pada bulan Agustus. Prancis juga melaporkan tingkat inflasi tertinggi dalam hampir tiga tahun pada hari Selasa.

ECB, yang dijadwalkan bertemu 9 September, diperkirakan akan membahas masa depan program pembelian asetnya karena dewan gubernurnya tampaknya terpecah tentang kapan harus mulai melonggarkan langkah-langkah stimulus.

Berbicara pada hari Senin, gubernur bank sentral Prancis, Francois Villeroy de Galhau, mengatakan ECB harus mempertimbangkan pemulihan ekonomi baru-baru ini ketika membahas apa yang harus dilakukan dengan paket stimulus Covid-nya.

Sementara itu, Gubernur bank sentral Finish, Olli Rehn, mengatakan dalam wawancara dengan Politico pekan lalu bahwa bank sentral perlu berhati-hati dalam menarik stimulus.

Risalah dari pertemuan terakhir ECB menunjukkan bahwa beberapa anggota percaya sikap bank meremehkan risiko inflasi yang lebih tinggi.

Angka inflasi yang lebih tinggi pada hari Selasa kemungkinan akan memberi tekanan pada para gubernur bank sentral zona euro, terutama bila dikombinasikan dengan komentar dari Federal Reserve di Amerika Serikat, yang sedang mempertimbangkan untuk mencabut stimulus sebelum akhir tahun.

Mandat ECB adalah untuk mencapai inflasi inti 2% dalam jangka menengah. Perkiraannya sendiri saat ini memproyeksikan lonjakan inflasi tahun ini menjadi 1,9%, karena apa yang mereka gambarkan sebagai faktor sementara, sebelum masing-masing turun menjadi 1,5% dan 1,4% pada 2022 dan 2023.

Namun, dalam jangka menengah, sebagian besar analis setuju dengan ECB bahwa lonjakan harga yang sedang berlangsung seharusnya bersifat sementara.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here