(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Jepang awal pekan berakhir lemah pada perdagangan hari Senin (27/12/2021) setelah menguat pekan sebelumnya. Indeks Nikkei tertekan oleh kekhawatiran atas penyebaran komunitas varian omicron yang sangat menular di Jepang.
Pada hari Jumat lalu dilaporkan transmisi lokal pertama dari varian omicron di Tokyo, setelah kasus serupa di Osaka dan Kyoto. Pihak berwenang mengatakan mereka mungkin memperketat pembatasan pergerakan dan aktivitas jika jumlahnya melonjak. Namun sejauh ini memilih langkah-langkah pengendalian virus termasuk deteksi dini, pelacakan kontak, tes virus corona gratis, dan distribusi pil antivirus oral mulai minggu ini.
Sementara itu, pada sesi awal dilaporkan penjualan ritel Jepang tumbuh lebih dari yang diharapkan pada periode bulan November, mencerminkan peningkatan konsumsi sebelum lonjakan kasus omicron.

Indeks harian Nikkei ditutup turun 0,37% menjadi 28.676 dan untuk indeks Topix turun 0,45% menjadi 1.978. Demikian indeks Nikkei berjangka bulan Maret 2022 bergerak negatif dengan turun 70 poin atau 0,24% ke posisi 28640.
Secara keseluruhan pelemahan Nikkei banyak dipicu oleh anjloknya saham-saham kapital besar seperti saham SoftBank Group turun 1,99% dan saham operator Uniqlo Fast Retailing turun 1,75%. Pemberat Nikkei lainnya seperti saham Nitori Holdings (-6,53%), saham Z Holdings (-3,5%), saham Keyence (-1,23%) dan saham Nippon Tel (-1,76%).
Terjadi pergerakan sebaliknya pada saham teknologi terkait chip dengan saham Tokyo Electron dan Advantest yang rally, masing-masing naik 1,67% dan 0,37%. Demikian saham pembuat game Sony Group naik 0,81% dan saham pembuat peralatan medis Terumo naik 0,78%.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



