(Vibiznews-Index) – Indeks Hang Seng perdagangan sebelumnya ditutup turun 0,9% menjadi 23.075,79. Demikian untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 1,1% menjadi 8.104,65. Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Januari 2022 bergerak positif dengan naik 296 poin atau 1,27% ke posisi 23006.
Indeks Hang Seng mendapat sentimen negatif dari sikap investor yang mengamankan portofolionya untuk masuki tahun baru, juga dibebani oleh penguncian di kota Xian – Cina daratan untuk mengekang penyebaran COVID-19 berlanjut untuk hari ketujuh.
Bank sentral China (PBOC) pada akhir bulan akan mengeluarkan gelombang pertama pinjaman murah kepada lembaga keuangan untuk memungkinkan pengurangan emisi karbon.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street berhasil cetak rekor tertinggi untuk kedua indeks utamanya yaitu Dow Jones dan S&P500. Hanya Nasdaq yang tidak mampu keluar dari zona merahnya karena anjloknya saham teknologi terseret oleh ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi setelah yield obligasi pemerintah 10-tahun meningkat lebih dari 5 bps.
Demikian harga minyak mentah berjangka WTI naik lebih dari 1% menjadi di atas $77 per barel, tertinggi dalam hampir lima minggu dan memperpanjang kenaikan untuk sesi keenam, setelah data EIA menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun lebih dari yang diharapkan minggu lalu dan karena investor menyambut baik tanda-tanda omicron.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, indeks Hang Seng berjangka akan melemah. Dan awal sesi dapat turun ke posisi 22925, jika tembus meluncur ke S1 hingga S2. Namun jika bergerak sebaliknya akan naik ke posisi 23250, dan jika tembus akan ke lanjut ke R1 hingga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 23667 | 23526 | 23296 | 23155 | 22925 | 22784 | 22554 |
| Buy Avg | 23410 | Sell Avg | 23200 |



