(Vibiznews-Index) – Indeks Hang Seng perdagangan sebelumnya ditutup merosot 1,67 persen atau 412,85 poin menjadi 24.243,61. Demikian untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 1,5% menjadi 8.658,11. Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Februari 2022 bergerak negatif dengan melemah 423 poin atau 1,72% ke posisi 24238.
Indeks Hang Seng anjlok ke posisi terendah sepekan oleh tekanan jual saham teknologi cukup besar pasca Administrasi Cyberspace China meluncurkan kampanye “clean cyberspace” atau ruang maya bersih selama sebulan, yang akan menargetkan penyalahgunaan online, kekacauan dalam kelompok penggemar selebriti dan pemujaan uang di antara isu-isu lainnya.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street kembali bergerak volatile dan ditutup pada posisi terendah untuk semua indeks utamanya, dipengaruhi oleh penantian hasil pertemuan the Fed dan laporan penurunan indeks CB pada Januari 2022.
Harga minyak mentah berjangka WTI rebound lebih dari 2% di atas $85 per barel pada setelah jatuh lebih dari 2% di sesi sebelumnya, karena meningkatnya ketegangan geopolitik di Eropa Timur dan Timur Tengah memicu kekhawatiran gangguan pasokan. NATO mengatakan pada hari Senin bahwa pihaknya menempatkan pasukan dalam keadaan siaga dan memperkuat Eropa timur dengan lebih banyak kapal dan jet tempur, dalam sebuah langkah yang dikecam oleh Rusia.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, indeks Hang Seng berjangka akan menguat. Dan awal sesi akan naik ke posisi 24460, dan jika tembus akan ke lanjut ke R1 hingga R2. Namun jika bergerak sebaliknya dapat turun ke posisi 24092, jika tembus meluncur ke S1 hingga S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 25239 | 24942 | 24590 | 24293 | 23940 | 23644 | 23292 |
| Buy Avg | 24505 | Sell Avg | 23980 |



