(Vibiznews-Forex) – Di tengah perdagangan forex sesi Eropa Selasa (8/2/2022) posisi euro dalam pair EURUSD masih tertekan setelah sempat menembus support lemah hariannya. Pelemahan pair dibebani oleh anjloknya yield obligasi Jerman dari posisi tertinggi 3 tahun dan penguatan dolar AS.
Benchmark imbal hasil obligasi Jerman turun tipis menjadi sekitar 0,22% dari tertinggi 3 tahun sebesar 0,24% setelah kepala Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mengatakan pada hari Senin bahwa inflasi di Zona Euro akan turun kembali dan bisa stabil di sekitar 2% dan itu setiap penyesuaian terhadap kebijakan akan dilakukan secara bertahap.
Prospek Bank Sentral Eropa akan mulai menaikkan suku bunga tahun ini telah tumbuh tajam sejak pertemuan kebijakan moneter terakhir, ketika Presiden ECB menolak untuk mengesampingkan kenaikan suku bunga tahun ini dengan mengatakan bank akan menilai kondisi dengan sangat hati-hati dan tidak ada janji.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya di sesi Eropa merosot setelah melemah 4 hari di sesi global sebelumnya; menuju minggu bearish terburuk dalam 2 tahun terakhir di antara BOE yang menaikkan suku bunganya dan pertemuan ECB yang hawkish.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair EURUSD akan menguat, pair kini berada di posisi 1.1426 yang sedang mendaki ke 1.1448 dan jika tembus lanjut ke resisten kuatnya di 1.1468 – 1.1480. Namun jika terkoreksi akan turun kembali ke posisi 1.1395 sebelum meluncur ke support lemah di 1.1387 – 1.1358.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting


