(Vibiznews – Forex) – Pair USDJPY pada sesi Asia hari Rabu (9/2/2022) bergerak retreat dari laju sesi sebelumnya yang kini berusaha masuki area support hariannya. Yen bergerak kuat terhadap dolar AS di tengah kuatnya sentimen perdagangan aset risiko yang dipicu oleh tingginya yield Japan Bond.
Imbal hasil pada benchmark JGB 10-tahun Jepang rally melewati 0,21%, tertinggi sejak awal 2016, yang mendekati batas 0,25% dari kontrol kurva imbal hasil bank sentral, karena investor mengantisipasi prospek yang lebih hawkish untuk kenaikan suku bunga di AS dan Zona Euro.
Sebelumnya yen tergelincir ke terendah 1 minggu merespon pernyataan wakil gubernur Bank of Japan Masazumi Wakatabe mengatakan bahwa terlalu dini untuk mengetatkan kebijakan moneter sebelum inflasi mencapai target 2% bank sentral.
Sekarang, investor bertaruh BoJ akan memindahkan kontrol kurva hasil ke catatan lima tahun, mengakhiri tujuan saat ini untuk menjaga imbal hasil obligasi 10-tahun dalam kisaran 0,25% dari nol, dimungkinkan melalui pembelian utang di pasar sekunder.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak koreksi di pasar uang Asia setelah gain 2 sesi berturut. Sebelumnya dolar AS menguat oleh penantian rilis data inflasi AS hari Kamis yang memberikan sinyal kebijakan agresif the Fed.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY melemah, pair yang berada di posisi 115.42 bergerak turun ke posisi 115.24 sebelum kemudian meluncur ke S1 dan S2. Namun jika berbalik arah, pair akan naik kembali menuju 115.70 sebelum mencapai posisi R1 dan juga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 116.31 | 115.96 | 115.73 | 115.38 | 115.15 | 114.80 | 114.57 |
| Buy Avg | 115.73 | Sell Avg | 115.15 |



