(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Jepang di Tokyo kembali alami kerugian pada perdagangan hari Selasa (22/2/2022), yang terlihat pada indeks utamanya anjlok 1% lebih. Indeks Nikkei turun ke posisi terendah dalam 4 pekan yang disebabkan oleh semakin tegangnya krisi Ukraina.
Sentimen investor tertekan setelah presiden Rusia Vladimir Putin mengakui kemerdekaan dua wilayah yang memisahkan diri di Ukraina timur dan kemudian memerintahkan pasukan untuk menyerang daerah tersebut. Presiden AS Joe Biden menanggapi dengan memerintahkan sanksi terhadap dua wilayah separatis, dengan Uni Eropa berjanji untuk mengambil tindakan tambahan.

Indeks harian Nikkei ditutup turun 452 poin atau 1,68% menjadi 26.450, terendah 4 pekan. Demikian indeks Topix turun 1,55% menjadi 1.881 dan untuk indeks Nikkei berjangka bulan Maret 2022 bergerak negatif dengan turun 510 poin atau 1,89% ke posisi 26430.
Saham perusahaan terkait chip kembali memimpin penurunan secara sektoral dan disusul sektor pengiriman yang juga disumbang oleh anjloknya saham-saham top seperti Lasertec (-3,4%), Tokyo Electron (-4%), Sumco Corp (-4,6%), Nippon Yusen (-4%), Kawasaki Kisen (- 7%) dan Mitsui OSK (-4,2%). Sementara itu, perusahaan biotek Jepang Daiichi Sankyo melonjak 9,6% setelah obat yang dikembangkan bersama AstraZeneca untuk membantu wanita penderita kanker payudara menunjukkan peningkatan yang bermakna secara klinis dalam uji coba.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting


