Forex Eropa USDJPY 4 Maret: Permintaan Safe Haven Meningkat

535

(Vibiznews-Forex) – Pair USDJPY perdagangan sesi Eropa hari Jumat (4/3/2022) bergerak lemah mendekati posisi support kuat hariannya setelah sebelumnya sempat mendaki ke tertinggi 2 pekan. Yen Jepang sudah menguat untuk 2 sesi berturut sebagai safe haven di tengah pergerakan kuat dolar AS terhadap beberapa rival utamanya.

Permintaan safe haven sangat kuat hingga membuat bursa saham Asia anjlok cukup signifikan merespon berita kebakaran di pembangkit nuklir Ukraina akibat serangan Rusia meskipun kemudian pejabat Ukraina umumkan telah mengamankan tempat tersebut.

Dari laporan ekonomi hari ini terpantau rilis data tingkat pengangguran Jepang meningkat menjadi 2,8% pada Januari 2022, dibandingkan dengan 2,7% pada Desember dan meleset dari ekspektasi tanpa perubahan. Data tersebut mencerminkan dampak varian omicron yang menyebar cepat di pasar tenaga kerja selama periode tersebut.

Sementara itu, tingkat inflasi inti Jepang melambat menjadi 0,2% pada Januari, jauh dari ekspektasi dan tetap jauh di bawah target bank sentral.  Anggota dewan BOJ Junko Nakagawa juga mengatakan bahwa krisis di Ukraina dapat merugikan ekonomi Jepang dengan mendorong harga bahan bakar dan komoditas lebih tinggi, menandakan perlunya mempertahankan stimulus besar-besaran.

Silahkan klik jika ingin join Telegram Vibiznews

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya di pasar uang Eropa lanjut menguat setelah menanjak tinggi sebelumnya; di antara tergelincirnya euro oleh perang Rusia – Ukraina yang dikhawatirkan pasar akan menekan pertumbuhan ekonomi kawasan Eropa.

Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY  akan melemah, dan kini pair berada di posisi 115.35 yang sedang bergerak turun  ke posisi support kuat  di 115.28 – 114.90. Namun jika terkoreksi positif akan naik ke posisi 115.54 sebelum mendaki ke resisten kuatnya di 115.76 – 116.08.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting