(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Hong Kong terjun bebas pada perdagangan hari Senin (7/3/2022) hingga anjlok 3 persen lebih di tengah aksi jual bursa global karena kekhawatiran investor akan kenaikan harga minyak mentah global akibat invasi Rusia ke Ukraina dan rekor tingkat infeksi covid-19. Indeks Hang Seng amblas ke posisi terendah dalam 5 1/2 tahun dan cetak kerugian harian terbesar sejak Juli 2021.
Secara lokal, infeksi dan kematian COVID-19 terus mencapai rekor tertinggi pada hari Minggu dengan 31.008 kasus baru dan 153 kematian, ketika Hong Kong menerapkan pembatasan paling ketat, di tengah pembatasan tenaga kerja dalam sistem perawatan kesehatan.
Sentimen investor global tertekan setelah IMF mengatakan bahwa perang yang sedang berlangsung dan sanksi terkait akan berdampak parah pada ekonomi global dan bahwa krisis tersebut menciptakan kejutan yang merugikan terhadap inflasi dan kegiatan ekonomi pada saat tekanan harga sudah tinggi.
Indeks harian Hang Seng ditutup anjlok 848 poin atau 3,87 persen menjadi 21.045. Namun untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 274,28 poin atau 3,57% menjadi 7412,59 . Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Maret 2022 bergerak negatif dengan anjlok 939 poin atau 4,30% ke posisi 20898.
Sumbangan pelemahan paling kuat pada Hang Seng yaitu anjloknya saham Tencent ke level terendah satu tahun setelah kehilangan 3,77%, dan saham Alibaba anjlok 3,03% yang terburuk sepanjang sejarah perdagangan. Kemudian saham rantai restoran populer Haidilao anjlok 10,78% ke rekor terendah, dan saham raksasa layanan digital Meituan, yang turun 11,29% ditutup pada nilai terendah selama setahun.



