(Vibiznews – Index) Perdagangan saham awal pekan di bursa Amerika masih menunjukkan pelemahan pada sesi yang berakhir Jumat dinihari (8/3/2022), memperpanjang penurunan yang terlihat selama dua sesi sebelumnya. Nasdaq mengakhiri sesi pada level penutupan terendah dalam setahun, sementara Dow Jones dan S&P 500 masing-masing turun ke posisi penutupan terendah sebelas dan delapan bulan.
Indeks Dow Jones turun 797,42 poin atau 2,4 persen menjadi 32.817,38, indeks Nasdaq jatuh 482,48 poin atau 3,6 persen menjadi 12.830,96 dan indeks S&P 500 jatuh 127,78 poin atau 3 persen menjadi 4.201,09.
Kekhawatiran tentang dampak dari lonjakan harga minyak berkontribusi pada aksi jual yang signifikan di Wall Street, dimana harga minyak WTI sempat melonjak setinggi $130,50 per barel.
Lonjakan harga minyak yang berkelanjutan terjadi setelahMenteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan sedang berdiskusi dengan Eropa tentang pelarangan impor minyak Rusia sebagai sanksi atas invasi negara itu ke Ukraina.
Selain harga minyak mentah, kenaikan harga gas alam yang dapat memicu inflasi tinggi juga membebani investor dibayangi oleh proyeksi Federal Reserve bersiap untuk menaikkan suku bunga setidaknya seperempat poin pada pertemuan kebijakan moneternya minggu depan.
Secara sektoral, saham maskapai penerbangan menunjukkan kinerja terburuk di tengah kekhawatiran tentang biaya bahan bakar yang lebih tinggi, dengan NYSE Arca Airline Index anjlok 13,3 persen ke level penutupan terendah dalam lebih dari setahun. Kemudian sektor properti juga tertekan dengan penurunan 5,2 persen oleh Philadelphia Housing Sector Index.
Untuk pergerakan sebaliknya terjadi pada saham jasa minyak di tengah lonjakan harga minyak yang berkelanjutan, dengan lonjakan 8,6 persen oleh Philadelphia Oil Service Index.



