(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Jepang masih alami tekanan jual yang cukup besar pada perdagangan hari Selasa (8/3/2022), melanjutkan kerugian 2 sesi berturut sebelumnya. Indeks Nikkei anjlok ke posisi terendah 16 bulan yang juga dipengaruhi oleh buruknya perdagangan bursa Wall Street semalam.
Sentimen investor dilemahkan oleh kekhawatiran konsekuensi ekonomi dari perang di Ukraina serta kemungkinan larangan negara Barat pada impor minyak dan gas Rusia yang dapat memicu tekanan inflasi.
Terpantau harga komoditas dari energi, logam hingga produk pertanian telah mencatat rekor tertinggi, meningkatkan inflasi dan memberikan tantangan baru bagi bank sentral global. Harga minyak mentah sudah naik ke level tertinggi sejak 2008.

Indeks harian Nikkei ditutup anjlok 430 poin atau turun 1,71% ke posisi 24.791, terendah sejak November 2020. Demikian indeks Topix turun 1,9% menjadi 1.760. Untuk indeks Nikkei berjangka bulan April 2022 bergerak negatif dengan turun 520 poin atau 2,06% ke posisi 24690.
Secara sektoral, saham terkait sumber daya, keuangan dan pengiriman memimpin penurunan yang disumbang oleh anjloknya saham Inpex Corp (-6.1%), Sumitomo Metal (-5.2%), Sumitomo Mitsui (-5.5%), Mitsubishi UFJ (-3.3%), Nippon Yusen ( -6,6%) dan Kawasaki Kisen (-7,7%).
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



