Bursa Eropa Awal Pekan Mixed, FTSE Inggris Lebih Kuat

461
inggris gbp
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Eropa  awal pekan dibuka mixed pada perdagangan hari Senin (21/3/2022) dengan bursa Inggris cetak gain lebih kuat. Sentimen dipengaruhi oleh kehati-hatian investor  memantau negosiasi Rusia-Ukraina meskipun ada tanda-tanda bahwa kesepakatan hampir tercapai.

Upaya diplomatik harus membatasi kerugian, dengan Menteri Luar Negeri Turki mengatakan Rusia dan Ukraina hampir menyepakati poin-poin sentral, sementara Presiden AS Biden akan bertemu dengan beberapa pemimpin Uni Eropa.

Namun kegelisahan atas tekanan inflasi yang meningkat dan krisis energi juga menjadi pertanda buruk bagi sentimen pasar, karena negara-negara Eropa mempertimbangkan larangan impor minyak Rusia ikuti Amerika Serikat.

Secara sektoral terpantau saham energy bergerak kuat oleh rally harga minyak, sementara saham teknologi berada di sisi negatifnya. Harga minyak melonjak tinggi setelah pemberitaan UE mempertimbangkan untuk bergabung dengan AS dalam embargo minyak Rusia. Sebelumnya juga terangkat oleh pernyataan sikap Ukraina  bahwa pasukan negara itu tidak akan menyerah di kota Mariupol, dengan fokus investor kembali ke apakah pasar akan dapat menggantikan minyak Rusia yang terkena sanksi.

Bursa saham Inggris cetak gain dipengaruhi berita bahwa Presiden AS Joe Biden akan bertemu Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk membahas tindakan terkoordinasi terhadap Moskow.

Indeks utama bursa Eropa atau Pan European Stoxx 600 bergerak negatif dengan turun 0,30 poin atau 0,06  persen menjadi 454,30. Indeks bursa saham Jerman atau DAX Jerman menguat  0,1 persen, indeks bursa saham Perancis atau CAC 40 naik  0,10 persen dan indeks bursa Inggris atau FTSE 100 kini bergerak positif dengan naik  0,55.

 

 

 

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting