(Vibiznews-Index) – Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) perdagangan sebelumnya ditutup naik 1,3 poin atau 0,05 persen menjadi 2.759,20. Sementara itu untuk indeks Kospi200 berjangka melemah 0,20 poin atau 0,05% ke posisi 364.74, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 366.67 dan sempat turun ke posisi terendah di 363.67.
Kospi berfluktuasi antara medan positif dan negatif sepanjang sesi, karena kekhawatiran telah tumbuh tentang inflasi dan kemungkinan dampaknya pada keuntungan perusahaan dan pertumbuhan ekonomi. Indeks harga konsumen Korea Selatan dilaporkan tumbuh 4,1 persen pada Maret dari tahun sebelumnya, pertumbuhan tercepat dalam lebih dari 10 tahun di tengah melonjaknya harga energi global.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street semalam ditutup melemah cukup signifikan merespon pernyataan hawkish seorang Gubernur Fed Brainard bahwa the Fed akan terus memperketat kebijakan moneter secara metodis melalui serangkaian kenaikan suku bunga dan dengan mulai mengurangi neraca dengan cepat segera setelah pertemuan Mei.
Harga minyak mentah WTI ditutup 1,3% lebih rendah pada $ 102 per barel setelah naik 4% di sesi sebelumnya karena investor mencerna kemungkinan sanksi tambahan AS dan Eropa terhadap Rusia dan penguncian terkait COVID di China.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center indeks Kospi200 melemah, awal sesi dapat turun ke posisi 364.55 dan jika tembus meluncur ke posisi S1 hingga S2. Namun jika bergerak sebaliknya akan naik menuju posisi 365.80 dan jika tembus akan lanjut ke R1 hingga R3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 369.38 | 368.02 | 366.38 | 365.02 | 363.38 | 362.02 | 360.38 |
| Buy Avg | 366.04 | Sell Avg | 364.10 |



