(Vibiznews-Index) – Indeks Hang Seng perdagangan sebelumnya turun 43 poin atau 0,4% menjadi 20945, terendah baru sejak 16 Maret. Demikian untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 69,38 poin atau 0,97% menjadi 7.098,29. Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Mei 2022 bergerak negatif dengan turun 64 poin atau 0,30% ke posisi 20929.
Hang Seng tertekan di tengah kekhawatiran yang berlarut-larut atas dampak lockdown terhadap ekonomi China dan karena PBoC gagal memberikan penurunan suku bunga utamanya. Bank sentral mempertahankan suku bunga pinjaman satu tahun tidak berubah pada 3,7% dan LPR lima tahun pada 4,6% sementara banyak investor memperkirakan pemotongan.
Sebagai penggerak pasar hari ini, pergerakan bursa Wall Street semalam mixed oleh anjlok parahnya saham Netflix dengan hanya Dow Jones yang memperpanjang penguatannya karena laporan kuartalan mengesankan dari IBM dan P&G.
Harga minyak mentah WTI turun di sekitar $101 per barel, pembalikan dramatis dari tertinggi hariannya di $104 karena investor mempertimbangkan prospek ekonomi global yang melemah dan kekhawatiran tentang permintaan yang lemah di konsumen utama China terhadap pasokan yang lebih ketat dari Rusia dan Libya.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, indeks Hang Seng berjangka akan melemah. Dan awal sesi dapat turun ke posisi 20740, jika tembus meluncur ke posisi S2 hingga S3. Namun jika kemudian terkoreksi akan naik ke posisi 21074 dan jika tembus akan ke lanjut ke R1 hingga R3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 21589 | 21402 | 21165 | 20978 | 20740 | 20554 | 20317 |
| Buy Avg | 21145 | Sell Avg | 20720 |



