(Vibiznews-Index) – Indeks Hang Seng perdagangan sebelumnya turun 769 poin atau 3,7% menjadi 19.896, terendah sejak 15 Maret. Demikian untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan berakhir turun 4,1% menjadi 6.684,73 . Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Mei 2022 bergerak negatif dengan turun 796 poin atau 3,86% ke posisi 20681.
Hang Seng tertekan oleh kekhawatiran perlambatan ekonomi di tengah lockdown di kota-kota besar China karena meningkatnya kasus Covid. Setelah lockdown yang berkepanjangan di Shanghai mengganggu rantai pasokan dan hampir menghentikan aktivitas ekonomi, kasus-kasus baru di Beijing memicu kekhawatiran bahwa ketidakaktifan dapat diperpanjang.
Penutupan pabrik dan pelabuhan yang padat menyebabkan investor memangkas posisi ekuitas mereka di tengah ekspektasi bahwa perkiraan ekonomi sebelumnya mungkin tidak lagi berlaku.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa Wall Street berhasil memangkas kerugian awal sesi yang cukup besar dengan semua indeks utama rebound dari posisi terendah 5 pekan yang dicapai akhir pekan lalu. Nasdaq paling kuat oleh lonjakan saham Twitter setelah dibeli oleh Elon Musk.
Harga minyak mentah WTI anjlok lebih dari 6% menjadi di bawah $96 per barel yang mencapai level terendah dalam hampir 2 minggu, di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa lockdown Covid yang berkepanjangan di China dan kenaikan suku bunga yang cepat di AS akan membebani pertumbuhan ekonomi global dan permintaan bahan bakar.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, indeks Hang Seng berjangka akan menguat. Dan awal sesi dapat turun ke posisi 19533, jika tembus meluncur ke posisi S1 hingga S3. Namun jika kemudian terkoreksi akan naik ke posisi 20150 dan jika tembus akan ke lanjut ke R1 hingga R3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 21340 | 21023 | 20416 | 20100 | 19493 | 19177 | 18570 |
| Buy Avg | 20370 | Sell Avg | 19650 |



