(Vibiznews-Index) – Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) perdagangan sebelumnya ditutup turun 6,99 poin atau 0,26 persen menjadi 2.680,46. Sementara itu untuk indeks Kospi200 berjangka melemah 0,70 poin atau 0,28% ke posisi 353.32, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 356. 45 dan sempat turun ke posisi terendah di 353.12.
Awal sesi Kospi sempat mendaki ke tertinggi sepekan lebih, kemudian investor waspadai kenaikan suku bunga Federal Reserve serta mencerna data inflasi baru Korea Selatan yang menunjukkan indeks harga konsumen naik 4,8 persen tahun ini di bulan April, laju tercepat dalam lebih dari 13 tahun, karena melonjaknya biaya energi yang disebabkan oleh perang Rusia dengan Ukraina dan rebound permintaan dari pandemi.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street ditutup dengan memperpanjang gain sebelumnya oleh kesiapan investor akan hasil pertemuan the Fed dan juga laporan kuartalan yang optimis.
Harga minyak mentah WTI turun dari tertinggi harian sekitar $106 karena investor mempertimbangkan potensi larangan minyak Rusia dari UE dengan latar belakang permintaan yang melemah. Uni Eropa memperkuat rencana untuk memperketat sanksi terhadap Rusia, dengan Jerman mengatakan bersedia mendukung embargo langsung terhadap minyak Rusia.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center indeks Kospi200 melemah, awal sesi akan turun ke posisi 352.50 dan jika tembus meluncur ke posisi S1 hingga S3. Namun jika bergerak sebaliknya dapat naik menuju posisi 355.14 dan jika tembus akan lanjut ke R1 hingga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 353.80 | 357.62 | 355.47 | 354.30 | 352.14 | 350.96 | 348.81 |
| Buy Avg | 355.75 | Sell Avg | 351.90 |



