Keuntungan Wall Street Tergerus Profit Taking oleh Tingginya Yield Obligasi AS

356
wall street pasar saham
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) – Keuntungan yang didapat bursa saham Wall Street selama 3 sesi berturut harus tergerus pada perdagangan  yang  berakhir Jumat dinihari (6/5/2022) oleh aksi profit taking setelah mencapai puncak tinggi 2 pekan sebelumnya. Nasdaq alami kerugian harian terbesar sejak tahun 2020 dan anjlok ke terendah Maret 2021.

Indeks Dow Jones ditutup merosot 1.063,09 poin atau 3,1 persen menjadi 32.997,97, indeks S&P 500 jatuh 153,30 poin atau 3,6 persen menjadi 4.146,87 dan indeks Nasdaq anjlok 647,16 poin atau 5 persen menjadi 12.317,69.

Tekanan profit taking di bursa Amerika tersebut terjadi karena investor terus bertaruh pada kenaikan suku bunga yang lebih besar untuk mengendalikan inflasi dan khawatir tentang dampaknya terhadap pertumbuhan meskipun pidato Ketua Fed Jerome Powell yang kurang hawkish.

Peningkatan tajam dalam imbal hasil treasury juga membebani pasar, imbal hasil obligasi  tenor sepuluh tahun melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun.

Awal sesi terdapat sentimen dari laporan  peningkatan moderat dalam klaim pertama kali untuk tunjangan pengangguran AS dalam pekan yang berakhir 30 April. Klaim  naik menjadi 200.000, meningkat 19.000 dari level  minggu sebelumnya 181.000.

Kemudian sebuah laporan terpisah dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan kemunduran substansial dalam produktivitas tenaga kerja pada kuartal pertama tahun 2022, indeks  turun 7,5 persen pada kuartal pertama, merupakan penurunan terbesar sejak kuartal ketiga 1947.

Secara sektoral, pelemahan dipimpin oleh saham baja dengan  NYSE Arca Steel Index anjlok 6 persen ke penutupan terendah dua bulan. Berikutnya saham  ritel dengan penurunan 5,5 persen oleh Indeks Ritel AS Dow Jones, penutupan terendah dalam lebih dari setahun. Saham pengecer barang rumah online Wayfair anjlok 25% setelah melaporkan kerugian kuartal pertama.

Saham semikonduktor juga mengalami pelemahan yang cukup besar dengan  penurunan 5 persen oleh Philadelphia Semiconductor Index. Saham perumahan, maskapai penerbangan, perangkat keras komputer dan bioteknologi juga alami penurunann cukup signifikan.