(Vibiznews – Index) – Bursa saham awal pekan Amerika Serikat kembali ditutup memperpanjang pelemahan sesi sebelumnya pada hari Selasa dinihari (10/5/2022). Indeks Dow Jones dan S&P500 turun ke posisi hampir 2 tahun sementara Nasdaq mencapai level terendah sejak November 2020 karena investor resah atas implikasi kebijakan moneter global yang lebih ketat pada momentum pertumbuhan.
Indeks Dow Jones merosot 653,67 poin atau 2 persen menjadi 32.245,70, indeks Nasdaq anjlok 521,41 poin atau 4,3 persen menjadi 11.623,25 dan indeks S&P 500 jatuh 132,10 poin atau 3,2 persen menjadi 3.991,24.
Investor khawatir langkah agresif bank sentral global untuk menahan inflasi dapat menyebabkan periode stagflasi atau resesi langsung, juga dibebani menantikan rilis data inflasi utama dalam beberapa hari mendatang. Karena data inflasi terbaru dapat mempengaruhi ekspektasi mengenai seberapa agresif rencana Federal Reserve untuk menaikkan suku bunganya.
Secara sektoral, pelemahan dipimpin oleh saham energi seiring dengan anjloknya harga minyak mentah. Philadelphia Oil Service Index turun 10,8 persen, NYSE Arca Oil Index anjlok 8,2 persen dan NYSE Arca Natural Gas Index jatuh 6,7 persen.
Pelemahan juga terlihat di antara saham maskapai penerbangan dengan penurunan 7 persen oleh NYSE Arca Airline Index, penutupan terendah dua bulan. Saham bioteknologi juga menunjukkan pelemahan signifikan dengan NYSE Arca Biotechnology Index turun 5,9 persen ke level penutupan terendah dalam lebih dari dua tahun.



