(Vibiznews – Forex) – Pair AUDUSD pada awal sesi Asia hari Jumat (10/6/2022) kembali bergerak lemah melanjutkan tekanan sesi sebelumnya yang mendekat ke posisi support kuat hariannya. Aussie mendapat tekanan dari kuatnya sentimen safe haven yang memperkuat posisi dolar AS.
Sebelumnya posisi dolar AS anjlok cukup signifikan hingga turun ke posisi terendah 2 pekan oleh berita dilockdownnya kembali sebuah distrik di kota Shanghai bernama distrik Minhang pasca ditemukannya empat kasus baru covid-19 yang bergejala. Berita terkait China sangat mempengaruhi pergerakan aussie dikarenakan China sebagai mitra utama dagang Australia.
Sebagai kurs komoditas posisi aussie juga mendapat tekanan dari terkoreksinya harga komoditas unggulan negeri tersebut seperti tembvaga dan bijih besi. Demikian juga dengan penurunan harga minyak mentah serta logam mulia.
Reserve Bank of Australia atau RBA telah menaikkan suku bunga sebesar 50 bps menjadi 0,85% pekan ini yang melebihi perkiraan banyak analis, dengan dewan kebijakan beralasan dukungan moneter yang besar tidak lagi diperlukan di tengah kekuatan ekonomi dan tekanan inflasi saat ini.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya ditutup menguat ke posisi tertinggi 3 pekan di atas 103, karena investor bersiap untuk data inflasi AS yang dapat memperkuat momen kenaikan suku bunga agresif oleh Federal Reserve setelah laporan pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan pekan lalu menunjukkan ekonomi yang solid.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD melemah, pair yang ditutup sebelumnya pada posisi 0.7095 sedang meluncur ke posisi 0.7084 sebelum meluncur ke posisi S1 hingga S2. Namun jika bergerak positif akan naik ke posisi 0.7125 sebelum naik ke R1 dan R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0.7274 | 0.7237 | 0.7166 | 0.7130 | 0.7060 | 0.7022 | 0.6950 |
| Buy Avg | 0.7150 | Sell Avg | 0.7054 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



