(Vibiznews-Index) – Indeks spot Nikkei perdagangan sebelumnya ditutup anjlok 804 poin atau 3% menjadi 26.987, terendah sejak 27 Mei. Namun untuk indeks Topix jatuh 2,2% menjadi 1.901. Demikian indeks Nikkei berjangka bulan Juli 2022 masih bergerak negatif dengan anjlok 1010 poin atau 3,63% ke posisi 26840.
Indeks Nikkei anjlok ke posisi terendah 2 pekan lebih dan cetak kerugian harian terbesar sejak 27 Januari. Nikkei tertekan mengikuti penurunan di bursa Wall Street akhir pekan lalu, setelah rilis data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan memicu kekhawatiran kenaikan suku bunga yang lebih agresif dari Federal Reserve.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street awal pekan ditutup melemah tajam hingga semua indeks utama anjlok ke posisi terendah lebih dari setahun oleh kekhawatiran kebijakan agresif the Fed pekan ini.
Harga minyak mentah WTI berubah positif di akhir perdagangan dini hari tadi menjadi naik ke $121 per barel setelah jatuh lebih dari 1,5% di awal sesi karena kekhawatiran pasokan muncul kembali terlepas dari kekhawatiran resesi. Pasokan minyak tetap ketat, karena OPEC tidak dapat meningkatkan produksi karena kurangnya kapasitas di banyak produsen, sanksi terhadap Rusia, dan kerusuhan di Libya.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center indeks Nikkei berjangka hari ini melemah. Dan awal sesi dapat turun ke posisi 26310 dan jika tembus meluncur ke posisi S2 hingga S3. Namun jika kemudian berbalik arah akan naik ke posisi 27350 dan jika tembus mendaki ke R1 hingga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 28406 | 28093 | 27466 | 27153 | 26526 | 26213 | 25586 |
| Buy Avg | 27470 | Sell Avg | 26290 |




