(Vibiznews – Forex) – Pair USDJPY pada awal sesi Asia Rabu (15/6/2022) bergerak retreat dari rally 8 sesi berturut dan masih di kisaran resisten hariannya secara teknikal. Akhir sesi Amerika beberapa saat lalu bergerak kuat menembus 135 dengan lonjakan dolar AS serta kenaikan posisi yield obligasi AS di atas 3,45%.
Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10-tahun meroket ke atas 3,45% untuk pertama kalinya sejak April 2011 karena investor telah secara dramatis meningkatkan taruhan mereka bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin ketika menyimpulkan pertemuan dua hari pada hari Rabu.
Terpantau Yen Jepang rebound yang mendapat kekuatan dari beberapa rilis data ekonomi yang positif seperti indeks manufaktur Tankan dan juga pesanan pabrik Jepang yang dirilis pagi ini menunjukkan data melebihi perkiraan.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya pada akhir sesi Amerika berada di sekitar 105 setelah reli lebih dari 2% dalam tiga sesi terakhir ke level tertinggi dalam hampir 20 tahun, didorong oleh kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan ekspektasi bahwa Federal Reserve perlu menaikkan suku bunga lebih tinggi dan lebih cepat untuk melawan inflasi yang melonjak.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY terkoreksi, pair yang ditutup sebelumnya pada posisi 135.46 sedang meluncur ke posisi 135.00 sebelum tembus pivot dan lanjut meluncur mendekati kisaran S1 dan S2. Namun jika berbalik arah, pair akan mendaki ke posisi 135.60 sebelum kemudian mendaki ke posisi R2 hingga ke R3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 136.80 | 136.00 | 135.22 | 134.40 | 133.60 | 132.80 | 132.00 |
| Buy Avg | 135.90 | Sell Avg | 134.00 |



