Bursa Wall Street Dapat Untung Setelah Fed Rate Naik 75 Bps

441
wall street
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) – Perdagangan saham di bursa Wall Street – Amerika Serikat terpantau menggembirakan pada sesi yang berakhir Kamis dinihari (16/6/2022), setelah selama 5 hari sebelumnya alami tekanan jual yang cukup besar. Nasdaq kembali perpanjang gain sebelumnya, sedangkan  Dow Jones dan S&P500 rebound dari posisi terendah 17 bulan dan 16 bulan masing-masing.

Indeks Dow Jones melonjak 303,70 poin atau 1 persen menjadi 30.668,53, indeks Nasdaq melonjak 270,81 poin atau 2,5 persen menjadi 11.099,15 dan indeks S&P 500 melonjak 54,51 poin atau 1,5 persen menjadi 3.789,99.

Aksi bargain hunting lanjutan di Wall Street terjadi bahkan ketika Federal Reserve mengumumkan kenaikan suku bunga terbesar dalam hampir tiga puluh tahun. The Fed memutuskan untuk menaikkan target suku bunga dana federal sebesar 75 basis poin menjadi 1,50 hingga 1,75 persen,  kenaikan suku bunga terbesar sejak 1994.

Lihat: The Fed AS Naikkan Suku Bunga 75 Bp; Pangkas Proyeksi Ekonomi 2022

Secara sektoral, penguatan indeks dipimpin oleh saham jaringan dengan Arca Networking Index yang naik 2,8 persen. Disusul oleh  saham bioteknologi, sebagaimana tercermin dari lonjakan 2,6 persen oleh NYSE Arca Biotechnology Index.

Saham ritel juga menunjukkan kinerja yang kuat meskipun data penjualan ritel mengecewakan, dengan Indeks Ritel Dow Jones AS melonjak 2,6 persen. Saham real estat komersial, perangkat keras komputer dan baja juga mengalami penguatan yang cukup besar. Sebaliknya terjadi pelemahan pada saham energi seiring dengan turunnya harga minyak mentah.

Dari laporan ekonomi yang dirilis,  Departemen Perdagangan melaporkan penurunan tak terduga dalam penjualan ritel AS di bulan Mei. Penjualan ritel turun 0,3 persen di bulan Mei setelah naik 0,7 persen  bulan April, lebih tinggi dari ekspektasi kenaikan  0,2 persen.

Kemudian Departemen Tenaga Kerja melaporkan harga impor AS meningkat kurang dari yang diharapkan dan harga ekspor melonjak dari perkiraan di bulan Mei. Harga impor naik 0,6 persen  setelah naik 0,4 persen di bulan sebelumnya, lebih rendah dari ekspektasi lonjakan 1,1 persen. Harga ekspor melonjak 2,8 persen melebihi perkiraan  meningkat sebesar 1,3 persen.

Federal Reserve Bank of New York juga merilis laporan yang menunjukkan aktivitas manufaktur regional sedikit berubah di bulan Juni. Laporan lain dari National Association of Home Builders menunjukkan kepercayaan homebuilder turun ke level terendah sejak Juni 2020.