(Vibiznews-Index) – Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) perdagangan sebelumnya ditutup menguat 4,03 poin atau 0,16 persen menjadi 2.451,41, setelah mencapai posisi tertinggi 2.500,36. Sementara itu untuk indeks Kospi200 berjangka hany menguat 0,04 poin atau 0,01% ke posisi 322.25, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 324.84 dan sempat turun ke posisi terendah di 321.54.
Kospi mengakhiri penurunan beruntun selama tujuh hari karena ketidakpastian atas arah kebijakan masa depan Federal Reserve AS sedikit mereda setelah kenaikan suku bunga paling tajam dalam hampir tiga dekade. Kemudian kenaikan terpangkas kembali karena bangkit kekhawatiran atas inflasi yang tinggi dan dampak potensial dari pengetatan moneter agresif Fed terhadap pertumbuhan ekonomi global.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street ditutup melemah cukup signifikan yang mengkoreksi gain sebelumnya oleh kekhawatiran investor atas tindakan kebijakan moneter yang agresif beberapa bank sentral di seluruh dunia dapat memicu resesi global.
Lihat: 3 Indeks Bursa Wall Street Kompak Ditutup Terendah Lebih dari Setahun
Harga minyak mentah WTI naik lebih dari 2% menjadi sekitar $118 per barel, yang rebound dari level terendah dua minggu $112 dicapai sebelumnya karena kekhawatiran pasokan meningkat setelah AS mengumumkan sanksi baru terhadap minyak Iran pada saat pasokan sudah ada cukup ketat.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center indeks Kospi200 melemah, awal sesi dapat turun ke posisi 314.90 dan jika tembus meluncur ke posisi S3. Namun jika bergerak sebaliknya naik menuju posisi 324.90 dan jika tembus akan lanjut ke R1 hingga R3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 334.18 | 331.50 | 326.88 | 324.20 | 319.60 | 316.90 | 312.28 |
| Buy Avg | 327.40 | Sell Avg | 314.55 |



