(Vibiznews-Index) – Indeks spot Nikkei perdagangan akhir pekan lalu ditutup turun 468 poin atau 1,8% menjadi 25.963, secara mingguan anjlok 1861 poin yang merupakan terendah sejak pekan pertama Maret 2020. Demikian untuk indeks Topix turun 1,7% menjadi 1.836. Untuk indeks Nikkei berjangka bulan Juli 2022 bergerak negatif dengan melemah 650 poin atau 2,47% ke posisi 25780.
Indeks Nikkei anjlok ke posisi terendah 4 pekan dan cetak kerugian mingguan terbesar sejak pekan pertama Maret 2020 dengan anjlok 6,70%. Nikkei awal sesi sudah tertekan mengikuti pelemahan bursa saham Wall Street dan terus melemah sekalipun hari ini bank sentral Jepang (BOJ) umumkan tidak mengubah kebijakan moneternya.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street akhir pekan ditutup mixed dengan Nasdaq dan S&P500 menguat oleh aksi bargain hunting pasca tekanan yang kuat sepanjang pekan.
Lihat: Bursa Wall Street Mingguan Merosot Tajam
Harga minyak mentah WTI akhir pekan lalu anjlok 6% lebih menjadi $110 per barel dengan kerugian mingguan sebesar 8,8%, tertekan oleh gelombang kenaikan suku bunga agresif baru-baru ini di seluruh dunia dan meningkatnya kesengsaraan resesi.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center indeks Nikkei berjangka hari ini menguat. Dan awal sesi dapat turun ke posisi 25780 dan jika tembus meluncur ke posisi S1 hingga S2. Namun jika kemudian berbalik arah akan naik ke posisi 26100 dan jika tembus mendaki ke R1 hingga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 26803 | 26506 | 26143 | 25840 | 25480 | 25186 | 24823 |
| Buy Avg | 26160 | Sell Avg | 25550 |




