(Vibiznews-Index) – Indeks harian Nikkei perdagangan sebelumnya ditutup anjlok 496 poin atau 1,77% ke posisi 26.337, kerugian harian terbesar sejak 13 Juni. Demikian indeks Topix amblas 1,64% menjadi 1,883.
Untuk indeks Nikkei berjangka bulan Agustus 2022 bergerak positif dengan ditutup anjlok 370 poin atau 1,39% ke posisi 26280.
Nikkei menghapus kenaikan dalam dua sesi sebelumnya imbas kerugian semalam di Wall Street, karena investor khawatirkan data inflasi AS pekan ini memicu kenaikan suku bunga super besar lainnya dari Federal Reserve.
Investor juga menjadi berhati-hati di tengah kebangkitan kasus covid-19 di Jepang yang memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street kembali melemah dengan semua indeks ditutup terendah sepekan lebih karena kekhawatiran jelang rilis data inflasi AS.
Lihat: Indeks Wall Street Terendah Sepekan Lebih, Saham Maskapai Penerbangan Melonjak
Harga minyak mentah WTI turun lebih dari 8% menjadi hampir $95 per barel di tengah prospek permintaan yang terus memburuk dan dolar AS yang melonjak. Juga tertekan oleh lockdown 1 kota di China karena wabah covid.
Lihat: Rekomendasi Minyak 13 Juli 2022: Melanjutkan Penurunan ke $94.00
Sentimen hari ini juga akan dibebani oleh berita pemerintah China menutup kota Wugang di provinsi Henan selama tiga hari akibat kasus covid-19.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center indeks Nikkei berjangka hari ini menguat. Dan awal sesi dapat turun ke posisi 26230 dan jika tembus meluncur ke posisi S1 hingga S3. Namun jika kemudian berbalik arah akan naik ke posisi 26630 dan jika tembus mendaki ke R1 hingga R3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 27203 | 27006 | 26643 | 26446 | 26083 | 25886 | 25523 |
| Buy Avg | 26750 | Sell Avg | 26200 |




