(Vibiznews-Forex) – Pair USDJPY pada perdagangan forex sesi Eropa hari Kamis 5 Januari 2023 bergerak turun setelah volatil sejak awal sesi Asia ditengah usaha rebound dolar AS.
Secara teknikal pair sempat melewati posisi penguatan sesi sebelumnya dan kini masih dalam trend yang turun pada skala H4.
Posisi yen rebound setelah rilis data sentimen konsumen Jepang periode bulan Desember 2022 bangkit dari bulan sebelumnya yang merupakan terendah dalam 2,5 tahun.
Untuk pergerakan indeks dolar terpantau berusaha menahan penurunan setelah risalah Federal Reserve Minutes gagal mengangkat dolar AS.
Sementara itu sentimen risiko yang membaik secara global juga semakin membebani dolar AS dengan penutupan indeks bursa Asia di zona positif.
Risalah pertemuan Fed bulan Desember menunjukkan bahwa mereka masih terus memperketat kebijakan sampai inflasi menuju target 2%.
Selain itu pejabat Fed juga menyatakan bahwa laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat tidak boleh ditafsirkan sebagai poros dovish, karena biaya pinjaman masih perlu ditingkatkan.
Sementara itu Yen Jepang bergerak dipengaruhi spekulasi bahwa Bank of Japan akan segera beralih dari kebijakan ultra-longgar.
BOJ dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk menaikkan prakiraan inflasi pada bulan Januari untuk menunjukkan pertumbuhan harga mendekati target 2% pada tahun fiskal 2023 dan 2024.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya di pasar uang Eropa berusaha naik dari tekanan sesi sebelumnya.
Investor juga berhati-hati menunggu laporan NFP bulan Desember hari Jumat dan malam ini akan dirilis data ADP employment change yang diperkirakan naik dari sebelumnya.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY masih melemah, dan kini pair berada di posisi 132.35 yang sedang meluncur ke 131.55.
Jika tembus akan turun ke posisi support kuatnya di 130.78 dan jika bergerak sebaliknya akan naik kembali ke posisi 132.64 sebelum capai resisten kuatnya di 133.58.



