(Vibiznews-Forex) – Pair USDJPY pada perdagangan forex sesi Eropa hari Selasa 7 Februari 2023 bearish dan sedang meluncur dari kisaran tertinggi 1 bulan lebih.
Secara teknikal pair sempat berada di area resisten harian sebelum kemudian terkoreksi mendekati support kuatnya.
Yen Jepang rebound dari level terendah dalam 1 bulan lebih oleh konfirmasi rekor intervensi pemerintah Jepang di pasar valuta asing tahun lalu.
Pemerintah Jepang menjual dolar AS senilai 6,35 triliun yen ($48 miliar) pada bulan Oktober ketika saat itu yen anjlok ke posisi terendah 32 tahun.
Selain itu Kementrian Keuangan melaporkan cadangan devisa Jepang naik untuk bulan ketiga berturut-turut menjadi $1,25 triliun pada akhir Januari.
Sebelumnya yen tertekan di tengah laporan pemerintah dominan ke Masayoshi Amamiya sebagai pengganti Kepala BOJ Haruhiko Kuroda bulan April.
Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya di pasar uang Eropa retreat dari setelah bullish 3 sesi global sebelumnya.
Berada di 1 bulan tertingginya oleh ekspektasi the Fed masih akan berlanjut menaikkan suku bunganya.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY berpotensi bearish dari skala H4, pair berada di posisi 131.80 yang sedang tertekan ke support kuat di 131.70.
Jika tembus akan turun menuju support selanjutnya di 130.95.
Namun jika menguat kembali akan mendaki ke tertinggi 132.70 sebelum naik menuju resisten kuatnya di 133.19.




