(Vibiznews – Index) – Pasar Asia-Pasifik naik pada hari Jumat (03/03), mengikuti kenaikan Wall Street semalam setelah Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan dia “dengan tegas” mendukung kenaikan seperempat poin.
Bank sentral mengambil kenaikan yang lebih kecil pada bulan Februari, menandai kenaikan terkecil sejak siklus pengetatan pertama pada Maret 2022.
Nikkei 225 naik 0,73% dan Topix naik 0,52% karena tingkat pengangguran Jepang mencapai 2,4% pada Januari, level terendah sejak Februari 2020.
Di Australia, S&P/ASX 200 naik 0,30%. Di Korea Selatan, Kospi naik 0,22% dan Kosdaq naik 0,86 persen.
Semalam di AS, saham pada awal perdagangan berada di bawah tekanan, tetapi menguat pada sore hari setelah pernyataan Bostic. Dow Jones Industrial Average memimpin kenaikan di antara indeks utama AS, melonjak 1,05%, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq Composite ditutup 0,76% dan 0,73% lebih tinggi.
Indeks harga konsumen Tokyo naik 3,3% pada bulan Februari, sejalan dengan ekspektasi ekonom yang disurvei oleh Reuters, dan angka yang lebih rendah dari data pemerintah di Januari yaitu 4,3 persen.
Secara keseluruhan, CPI untuk ibu kota Tokyo mencapai 3,4%, angka yang lebih rendah dari 4,4% yang terlihat bulan lalu, sementara harga tidak termasuk makanan dan energi untuk Tokyo naik 1,8%, juga lebih lambat dari 1,7% dari Januari.
Yen Jepang sedikit melemah menjadi 136,7 terhadap dolar AS.
Tingkat pengangguran Jepang untuk bulan Januari turun ke level terendah sejak Februari 2020 yaitu mencapai 2,4%, 0,1% lebih rendah dibandingkan dengan bulan Desember dan sedikit di bawah ekspektasi ekonom sebesar 2,5 persen.
Imbal hasil Treasury 10 tahun siap bergerak lebih tinggi, kata Credit Suisse. Sekarang imbal hasil Treasury 10 tahun telah menembus di atas penghalang psikologis 4 persen.
Selasti Panjaitan/Vibiznews/Head of Wealth Planning



